Selasa, 11 April 2017

Metodologhy part 4

Studi Islam di Indonesia
Pada perkembangan studi Islam dj Indonesia ituu sudahh cukup lama berkembang.  Namun ada beberapa kendala yang perkembangannya terus berkembang seperti orientasi dll. 
Adapun perkembangan studi Islam di Indonesia perkembangannya anatara lain :
1. Studi ini sudah ada sejak Islam datang ke Indonesia
2. Pengaruh adanya pemikiran Islam modern di Indonesia disebabkan karna adanya pemikiran Timur Tengah dan Asia Selatan.
3. Pemikiran Islam modern pasca kemeredekaan agak tersendat
4. Perkembangan Islam modern baru berkembang
5. Terpengaruh dengan metode pemikiran Barat

Di dalam perkembangan studi Islam di Indonesia itu seprti pada perguruan Tinggi Agama Islam baik yang negri maupun swasta.
Jadi studi Islam di Indonesia menjelaskan tentang perguruan2 tinggi Agama Islam di Indonesia.

Metodologhy part 3

Studi Islam di Timur
Pada perkembangan studi Islam di Timur smaa seperti halnya dengan studi Islam di Barat akan tetapi ada perbedaan antara studi Islam di Timur maupun di Barat diantaranya adalah dengan beberapa faktor yaitu faktor kebijakan politik,  dinamika , sosial budaya dll. 
Latar belakang studi Islam di Timur itu pemegang kebijakan pendidikan,  perkembangan ekonomi,  dab berbagai faktor yang lainnya. 
Misalnya disini disebutkan : di Universitas Itan mempunyai fakultas yang disebut kulliyat Illahiyat ( Fakultas Agama)  dll.
Jadi di dalam perkembangan studi Islam di Timur ini menjelaskan tentang suatu Universitas di berbagai Indonesia maupun luar negri.

Senin, 10 April 2017

Metodologhy part 2

Studi Islam di Barat
Dalam studi Islam di Barat ada bagian yang secara sederhana dikelompokkan menjadi 2 bagian.
1. Membahas tentang sejarah dan dinamika.
Perkembangan studi Islam di Barat itu sangat dilakukan lelah para mahasiswa Indonesia.
2. Kondisi studi Islam di beberapa universitas di negri Barat itu dikembangkan di negara-negara Barat dan Timur Tengah dan memiliki kelebihan dan kekuarangan masing2.

Seiring perkembangan zaman,  studi ke Negara-negara Barat terus berkembang.  Orang yang menjadi tokoh paling terpenting awal yang melaukan studi Islam di Barat adalah M.  Rosyidi kemudian disusul oleh Harun Nasution dan Mukti Ali.
Studi Islam di Barat itu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam studi Islam di Indonesia.
Dan munculnya pandangan yang kurang suka, kritis terhadap fenomena studi Islam di Barat.

Sabtu, 08 April 2017

Milikku Milikmu Milik Kita

Milikku Milikmu Milik Kita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Alkisah, ada sebuah zaman bernama Dahulu. Alkisah lagi, pada Zaman Dahulu hiduplah sesosok pria sejati perkasa bernama Arte Le Matika. Biasanya ia dipanggil Pak Arte. Karena telah mendapat sebutan “pak”, maka Pak Arte sudah memiliki seorang anak. Anaknya saya enggak tahu. Jadi gak usah diceritakan. Pak Arte adalah seorang pemotong professional atau biasa disebut Master Potong. Selama 35 tahun ia hidup, ia sudah melakukan berbagai macam perpotongan. Ia pernah mendapat juara 1 lomba memotong ekor semut tingkat nasional. Selain itu, ia juga pernah memotong kuku 10 harimau di alam bebas. Ia juga pernah juara joget potong bebek angsa. Pokoknya segala macam potong ia sudah menjadi ahlinya. Namun hanya 1 yang belum bisa ia lakukan, yaitu memotong tali persaudaraan dengan orang-orang yang ia kenal. Wesyeh…

Suatu hari, Pak Arte sedang berjalan-jalan di depan gubuk berlantai 3 miliknya. Langkah demi langkah telah ia langkahkan. Namun, langkahnya terhenti pada langkah ke seribu. Ia langsung mengambil langkah seribu. Loh? Ia terhenti karena melihat sebuah pohon yang indah nan membahana. Pohon itu adalah pohon yang diincar para pemotong kayu di seluruh dunia. Kayu dari pohon itu sangat cucok jika dijadikan bahan bangunan rumah. Kebetulan Pak Arte s
... baca selengkapnya di Milikku Milikmu Milik Kita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 07 April 2017

Dibalik Senyum Tulusmu

Dibalik Senyum Tulusmu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rintik hujan menetes dari luar kamarku. Aku menatap hampa ke atas langit kelabu yang sejak pagi tidak menampakkan sinarnya. Hari ini seolah ikut berduka dengan keadaanku. Demam. Ya, tepatnya aku demam. Dan ini menjadi alasanku untuk tidak mengikuti pelajaran di sekolah.

Kualihkan tatapanku pada handphone yang sedari tadi bergetar di sisi tempat tidur. Terlihat pesan dari Aninda, salah satu teman akrabku, namun aku tak ingin menyebutnya sebagai sahabat.
“Risya kenapa tadi pagi nggak sekolah?”
“Kurang enak badan, Nin.” balasku singkat.
Seorang wanita cantik masuk dari balik pintu. Senyum cerahnya membuatku tak kuasa untuk membalasnya.
“Bagaimana keadaanmu, sayang? Masih sakit kepalanya?” tanya bunda sambil mengusap lembut dahiku.
“Lumayan, bunda. Mungkin besok bisa sekolah.”
“Kalau belum kuat, izin dulu sehari lagi,” saran bunda.
“InsyaAllah kuat. Risya nggak mau ketinggalan pelajaran.”
“Ya sudah, tenangkan fikiran dulu. Kesehatan Risya itu segalanya buat bunda. Jaga diri baik-baik, nak.”
“Iya bunda.. Makasih ya,” ujarku seraya memeluk bunda. Kupendamkan wajahku di jilbab panjang yang selama ini menutupi kecantikannya.
“Jangan lupa berdoa ya, nak. Karena segala sesuatu, apapun itu, dapat terwujud karena Allah, termasuk kesembuhanmu juga.”
“Iya bunda sayang, lagian Risya cuma demam, besok juga sembuh.”
Ini
... baca selengkapnya di Dibalik Senyum Tulusmu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aksara Tak Bisu

Aksara Tak Bisu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Bukit itu terlalu sunyi untuk di katakan wajar.
Setelah dipersilahkan masuk ke rumah orang tua itu, aku duduk pada kursi di ruang tamu. Ia meraih sebungkus tembakau kasar. Disodorkannya tembakau itu di meja, beserta kertas dolar untuk melinting tembakau.
Maafkan saya atas peristiwa tadi, tulis orang tua itu pada secarik kertas. Di bukit ini, kami cukup hati-hati dengan pendatang baru. Apa lagi sedang beredar isu, keberadaan kami di bukit ini tengah dimata-matai oleh penguasa kerajaan ini.

Diberikannya catatan kecil itu kepadaku untuk kubaca. Spontan, setelah membaca catatan kecil pada carikan kertas tersebut, timbul keinginan dalam benakku, untuk juga menuliskan sesuatu kepada orang tua itu, sekadar untuk mencairkan suasana. Tanpa bertanya terlebih dahulu, aku bermaksud mengambil secarik kertas dari tumpukan kertas yang ada di meja. Namun sebelum aku sempat menyentuh tumpukan kertas itu, orang tua itu malah mencegah diriku. Seperti tahu apa yang kupikirkan, orang tua itu meraih secarik kertas dan menulis:
Bicaralah! Bukankah adik dapat berbicara? Jangan sungkan untuk berbicara. Walaupun saya bisu, saya masih bisa mendengarkan dan mengerti dengan baik bahasa lisan. Angaplah saja adik sedang bercakap-cakap dengan sahabat Adik.
Aku jadi serba salah.

... baca selengkapnya di Aksara Tak Bisu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 06 April 2017

Kontituen

Kontituen Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Konstituen adalah seseorang yang secara aktif mengambil bagian dalam proses menjalankan organisasi dan yang memberikan otoritas kepada orang lain untuk bertindak mewakili dirinya. Seorang konstituen memberikan otoritas kepada pemimpin, bukan sebaliknya. Konstituen itu bisa pegawai/ bawahan, tetapi juga bisa konsumen, para pemegang saham, para pemasok, dan mitra bisnis lainnya, dan warga negara,” demikian Kouzes dan Posner (Credibility, 1993) mengusulkan istilah pengganti follower atau employee. Dan dalam buku tersebut, mereka merasa perlu menegaskan pentingnya seorang pemimpin untuk “menghargai para konstituen dengan segala perbedaannya” lewat paparan sepanjang 30 halaman.

Definisi diatas menegaskan bahwa konstituen adalah pemegang otoritas yang sesungguhnya. Dan bila otoritas itu dipercayakan atau diberikan kepada orang lain, maka orang lain itu kita sebut pemimpin. Apa yang kemudian dapat dilakukan oleh sang pemimpin berdasarkan otoritas yang “dititipkan” kepadanya itu? Ia dapat bertindak mewakili atau atas nam
... baca selengkapnya di Kontituen Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1